FAQ- Rating

LAHAN

  1. Bagaimanakah perhitungan tempat parkir sepeda untuk 1 unit parkir terhadap 20 pengguna gedung di terapkan pada suatu gedung ?
    Nilai kredit dapat diperoleh apabila proyek memenuhi jumlah minimum yang tertera dalam tolok ukur. Berikut ini adalah cara perhitungan jumlah minimum tempat parkir serta shower yang harus dipenuhi.
    1. Melakukan identifikasi perencanaan jumlah pengguna (orang) sesuai dengan definisi pengguna (lihat lingkup).
    2. Melakukan perhitungan jumlah parkir sepeda dan shower.
      • Perhitungan parkir sepeda dilakukan dengan menggunakan perbandingan 1 parkir sepeda untuk setiap 20 pengguna.
      • Untuk perhitungan shower menggunakan perbandingan 1 unit untuk setiap 10 tempat parkir sepeda.

    Catatan:

    • Hasil perhitungan dibulatkan ke atas.
    • Bila berniat mengambil tolok ukur 2B (pengadaan shower), maka walaupun nilai perhitungan shower menunjukkan nilai 0.1, jumlah shower yang harus dipenuhi adalah satu.
    • Hasil dari perhitungan diatas merupakan batas minimum jumlah parkir dan tempat ganti dan kamar mandi khusus pengguna sepeda yang harus dipenuhi. Bila hasil perhitungan tempat parkir sepeda lebih dari 100 unit, maka untuk memperoleh nilai pada kriteria ini, cukup menyediakan 100 tempat parkir sepeda.


  2. Bagaimana ketentuan dalam perhitungan area proyek menggunakan perhitungan lahan imajiner proporsional dengan luas kawasan ?
    Perhitungan menggunakan rumus lahan imajiner, setelah nilai luas area lingkup proyek diketahui, tentukan batas area lingkup proyek. Gunakan strategi yang tepat pada saat penentuan batas proyek, karena bila area telah diklaim untuk proyek gedung A maka proyek gedung lain dalam kawasan tidak dapat mengklaim area yang sama. Batas area lingkup proyek akan menjadi dasar untuk luas lahan hijau, luas tajuk, perhitungan iklim mikro, nilai limpasan air hujan dan penentuan area irigasi.



MATERIAL

  1. Apakah kabel dan pipa termasuk dalam total biaya material ?
    Pada perhitungan material, secara umum peralatan mekanik dan elektikal serta perangkat pendukung untuk kegiatan konstruksi dikecualikan dari perhitungan biaya material.


  2. Bagaimana mengetahui kayu yang digunakan pada proyek merupakan kayu yang legal ?
    Memberikan data sertifikat legal dari kayu bahan penyusun produk. Data perusahaan penyedia kayu legal bisa di cek di website http://silk.dephut.go.id/ .



WATER & RAINWATER

  1. Bagaimana cara mendapatkan nilai curah hujan pada WAC 5 dan ASD 7?
    Perhitungan dapat dilakukan menggunakan data dari BMKG untuk curah hujan rata rata harian (WAC 5) dan curah hujan maksimum (ASD 7). Perhitungan dengan menggunakan perbandingan antara hari basah dan hari kering.

  2. Area Penilaian pada ASD 7 dan WAC 5 apakah sama?
    WAC 5: Obyek penilaian dari kriteria ini adalah adanya air hujan yang jatuh pada permukaan atap (Gambar 92) atau luasan di tempat lain yang sebanding dengan luasan atap untuk dapat ditampung. Perhitungan meliputi volume hujan yang turun dan tertampung untuk digunakan kembali.

    ASD 7 : Pengurangan beban volume limpasan air hujan ke jaringan drainase kota dari lokasi bangunan

    Lingkup beban volume limpasan air hujan meliputi:
    • footprint bangunan;
    • lahan hijau (greenfields);
    • hardscape; dan
    • hingga meliputi keseluruhan luas total lahan.


  3. Untuk curah hujan daerah, bagaimana bila tidak ada stasiun hujan di area tersebut ?
    Data dapat menggunakan data dari stasiun di area terdekat dari lokasi proyek.

  4. Apakah ada cara perhitungan alternatif untuk WAC 5 dan ASD 7 ?
    Apabila dirasakan cara perhitungan yang diberikan kurang mewakili situasi proyek, dapat dilakukan konsultasi lebih lanjut dengan pihak rating, melalui email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..

  5. Dimanakah sebaiknya pemasangan alat meteran air pada sistem distribusi air ditempatkan untuk gedung dengan fungsi khusus ?
    Penambahan alat meteran air (volume meter) pada :
    1. Gedung Pabrik, yaitu satu buah pada sistem produksi.
    2. Gedung Peribadatan, yaitu 1 buah pada sistem air untuk bersuci.
    3. Rumah Sakit & Hotel, yaitu 1 buah pada Laundry dan 1 buah pada F&B


KONSERVASI ENERGI

  1. Dimanakah sebaiknya lokasi pemasangan kWh meter untuk mengukur konsumsi listrik pada setiap kolompok beban dan sistem peralatan, yang meliputi sistem tata udara, sistem tata cahaya dan kotak kontak dan sistem beban lainnya yang di terapkan pada suatu gedung dengan fungsi khusus ?
    Penambahan kWh meter pada gedung dengan khusus untuk mengukur konsumsi listrik adalah pada :
    • Gedung Pabrik, yaitu satu kWh meter dipasang pada sistem produksi (termasuk pada setiap kelompok beban dan sistem peralatan).
    • Gedung Data Center, yaitu satu kWh meter dipasang pada sistem AC ruangan Data Center (sistem tata udara) & kotak kontak server Data Center
    • Rumah Sakit Instalasi ruang khusus yang memiliki peralatan besar
    • Hotel Peralatan laundry dan F&B


  2. Ruangan apa sajakah yang sebaiknya menerapkan penggunakan cahaya alami secara optimal (mencapai min. 30% dari luas lantai yang digunakan untuk bekerja), sehingga mendapatkan intensitas cahaya alami min. sebesar 300 lux, pada gedung pendidikan, perpustakaan, pabrik, peribadatan dan data center ?
    Penggunaan cahaya alami secara optimal pada :
    • Gedung Pendidikan, yaitu pada ruang aktif seperti ruang kelas, ruang dosen, ruang baca, ruang perpustakaan, gymnasium dan laboratorium non-kimia.
    • Gedung Perpustakaan, yaitu pada ruang aktif seperti ruang baca dan ruang kantor staff.
    • Gedung Pabrik, yaitu pada ruang aktif seperti ruang kerja, dan pada beberapa industri yang memiliki persyaratan khusus dapat diekslusikan.
    • Gedung Peribadatan, yaitu pada ruang ibadah, ruang baca dan ruang kantor pengurus.
    • Gedung Data Center, yaitu pada area yang berpenghuni, area khusus pada ruang data center dapat dieksklusikan.


  3. Bagaimana perhitungan jumlah penghuni bangunan dan kepadatan pada GREENSHIP ?
    Jumlah penghuni dan kepadatan pada bangunan mengkuti ketentuan dari desain awal, apablila hal ini tidak diatur maka menggunakan standar nasional/ international yang berlaku.



KENYAMANAN UDARA DALAM RUANG

  1. Terhadap apakah acuan desain ruangan yang menunjukkan adanya potensi introduksi udara luar (minimal sesuai SNI (NB 1.0) dan Ashrae (NB 1.1) ?
    Desain ruangan pada :
    • Gedung Pabrik, yaitu mengacu pada besaran jumlah karyawannya.
    • Gedung Peribadatan, yaitu mengacu pada besaran multi use assembly.
    • Gedung Data Center, yaitu pada ruang data center adalah pada area yang berpenghuni yaitu mengacu pada penghuni tetap ruangan.


  2. Ruangan apa yang sebaiknya menghadap langsung ke pemandangan luar yang dibatasi bukaan transparan bila ditarik suatu garis lurus (75% dari NLA) ?
    Outside View pada :
    • Gedung Pendidikan, yaitu pada ruang aktif seperti ruang kelas, ruang dosen, ruang baca, ruang perpustakaan, ruang laboratorium non-kimia.
    • Gedung Perpustakaan, yaitu pada ruang aktif seperti ruang baca dan ruang kantor staff.
    • Gedung Pabrik, yaitu pada ruang aktif seperti ruang kantor dan ruang rekreasi, serta ruang makan.
    • Gedung Peribadatan, yaitu pada ruang ibadah, ruang baca dan ruang kantor pengurus.
    • Gedung Data Center, yaitu pada area yang berpenghuni, area khusus pada ruang data center dapat dieksklusikan.


  3. Ruangan apa yang sebaiknya menggunakan lampu dengan iluminansi ruangan sesuai dengan SNI 03-6197-2000 Tabel 1 ?
    Outside View pada :
    • Gedung Pendidikan sesuai dengan EEC2, yaitu pada ruang aktif seperti ruang kelas, ruang dosen, ruang baca sesuai dengan EEC2, ruang perpustakaan, ruang gymnasium dan laboratorium non-kimia.
    • Gedung Perpustakaan sesuai dengan EEC2, yaitu pada ruang aktif seperti ruang baca dan ruang kantor staff.
    • Gedung Pabrik sesuai dengan EEC2, yaitu pada ruang aktif seperti ruang kerja. Pada beberapa industri yang memiliki persyaratan khusus dapat diekslusikan.
    • Gedung Peribadatan sesuai dengan EEC2, yaitu pada ruang ibadah, ruang baca dan ruang kantor pengurus.
    • Gedung Data Center sesuai dengan EEC2, yaitu pada area yang berpenghuni, area khusus pada ruang data center mengikuti standar yg berlaku (nasional/ internasional).


  4. Ruangan apa sajakah yang sebaiknya ditetapkan perencanaan kondisi termal ruangan secara umum pada suhu 25oC dan kelembaban relatif 60% ?
    Thermal Comfort, pada :
    • Gedung Pabrik, yaitu pada ruang kerja dan pada beberapa industri yang memiliki persyaratan khusus dapat diekslusikan.
    • Gedung Data Center, yaitu pada area yang berpenghuni, area khusus pada ruang data center mengikuti standar yg belaku (nasional/ internasional).
    • Rumah Sakit, yaitu pada area yang medis dan area-area khusus mengikuti standar yg berlaku (nasional/ internasional).


  5. Ruangan apa sajakah yang sebaiknya dapat ditetapkan tingkat kebisingan sebesar 90 % dari NLA ?
    Acoustic Level, pada :
    • Gedung Pabrik, yaitu pada ruang aktif berpenghuni dengan mengikuti standar yg berlaku (nasional/ internasional).
    • Gedung Data Center, yaitu pada ruang aktif berpenghuni dengan mengikuti standar yg berlaku (nasional/ internasional).


KENYAMANAN UDARA DALAM RUANG

  1. Prosedur apa saja yang harus dilakukan pada saat testing commissioning sesuai dengan petunjuk GBCI, termasuk training agar sistem dapat berfungsi sesuai perencanaan dan acuan pada Gedung Pabrik ?
    Proper Commissioning dilakukan kepada sistem konsumsi energi dan air di gedung pabrik, bila suatu pabrik memiliki prosedur sendiri, maka dapat mengajukan prosedurnya tersebut untuk dinilai kesesuaiannya.

  2. Kepada siapa saja, target survei mengenai kenyamanan suhu udara dan kelembaban dapat dilaksanakan ?
    Occupant Thermal Comfort pada :
    • Perkantoran: pekerja gedung, tenant;
    • Gedung fasilitas umum dan Pusat Perbelanjaan: tenant dan pengunjung;
    • Rumah sakit: Pengunjung rumah sakit dan tenaga kesehatan;
    • Hotel dan apartemen: Penghuni dan tamu.
    • Gedung Pendidikan, survei dilakukan kepada tenaga pengajar dan siswa
    • Gedung Perpustakaan, survei dilakukan kepada staff.
    • Gedung Pabrik, survei dilakukan kepada karyawan dan buruh.
    • Gedung Peribadatan, survei dilakukan kepada para karyawan atau para pekerja dan pemuka agama yang ditetapkan.
    • Gedung Data Center, survei dilakukan kepada karyawan dan para pekerja.


Copyright © 2017 GREEN BUILDING COUNCIL INDONESIA. All Rights Reserved.